Negosiasi adalah
sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk
saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Menurut
kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan
melalui diskusi formal.
Negosiasi
merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat
memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen
kerjasama dan kompetisi. Termasuk di dalamnya, tindakan yang
dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan
tujuan tertentu. Contoh kasus mengenai negosiasi, seperti Christopher
Columbus meyakinkan Ratu
Elizabeth untuk membiayai ekspedisinya saat Inggris dalam
perang besar yang memakan banyak biaya. Skill Negosiasi juga adalah hal yang
sangat di butuhkan dalam mengembangkan sebuah bisnis atau usaha.
Negosiasi
memang berisi penawaran-penawaran dan kompromi. Kadang ada pihak-pihak yang
terkait harus mengalah sampai suatu batas tertentu. Tapi yang terpenting adalah
para pihak harus menemukan win-win solution, sehingga kesepakatan
didapat tanpa ada pihak yang merasa inferior atau kalah.
Sebagai
negosiator, tujuan utama perlu ditetapkan sebelum proses negosiasinya dimulai.
Nilai yang ingin ditawar atau yang ditawarkan harus diputuskan di awal diskusi.
Tuntutan yang akan diminta dan kompensasi yang siap diberikan harus
dipersiapkan dari pertama kali bernegosiasi. Maka dari itu, pengumpulan data
dan informasi dini mutlak dilakukan. Lalu, sang negosiator perlu belajar
prinsip-prinsip persuasi yang telah terbukti ilmiah. Berikut adalah salah satu
contoh dari bentuk negosiasi pemasaran yang saya sebut dengan NEGOTIATION
SKILL IN BUSINESS.
NEGOTIATION SKILL IN BUSINESS (Teknik Negosiasi dalam Bisnis)
Ø Negosiasi
mengarah pada keberhasilan yang harus diraih, tidak ada pelaku bisnis yang
menganut asas berbisnis untuk rugi. Semua ingin untung, lalu siapa yang rugi?
Yang rugi adalah mereka yang karena kesalahan sendiri,tidak menguasai teknik
negosiasi. Negosiasi pada dasarnya adalah asas memberi dan menerima, memberi
sedikit mungkin dan menerima sebanyak mungkin. Seorang negosiator ulung selalu
tahu kapan sebaiknya memberi dan kapan harus menerima.
Ø Menuju
kemahiran dalam bernegosiasi, seorang negosiator selalu dituntut untuk selalu
tahu kapan sebaiknya memberi dan kapan harus menerima, juga peka melihat
situasi dan suasana kapan untuk menekan lawan bicaranya. Teknik negosiasi bukan
hanya dipakai sebagai alat untuk menyudutkan tetapi juga untuk bela diri bila
tersudut. Teknik negosiasi tidak mengajarkan teknik pandai bicara, lebih dari
itu sebagai teknik yang berakar pada panutan : Diam itu EMAS, bicara itu PERAK,
tapi harus tahu kapan harus diam dan kapan harus bicara itulah BERLIAN.
Ø Negosiasi
adalah suatu kegiatan yang unik, ada unsur sains, seni/kiat dan teknik.
Lokakarya aktif ini akan menunjukkan kepada anda bagaimana bekerjasama dari
pada agak bersaing dengan pihak lain untuk mendapatkan hasil yang baik bagi
kedua pihak. Studi kasus, latihan, film, dikombinasikan dengan main peran yang
direkam dan diputar kembali akan membuat anda berpengalaman dalam tekanan
negosiasi dari kedua sisi, sehingga akan melengkapi perencanaan strategi anda
dengan hasil akhir tanpa kehilangan laba.
Ø Keahlian
negosiasi juga di temukan dan di dapatkan dari membaca artikel-artikel terkait,
kemuadian menerapkannya kedalam beberapa tahap-tahap eksperiment sampai menemukan
pola yang tepat yang sesuai dengan karakter personal kita dalam berkomunikasi
Ø Faktor yang paling
berpengaruh dalam negosiasi adalah cara pandang kita bahwa masing-masing pihak yang terlibat "semua adalah
pemenang", cara pandang ini menjadi dasar setiap
negosiasi. Kunci untuk mengembangkan pandangan bahwa "semua orang adalah pemenang" adalah dengan
mempertimbangkan setiap aspek negosiasi dari sudut pandang pada pihak lain dan
pihak negosiator.




0 komentar: