MENTAL ENTREPRENEUR



Menjadi seorang entrepreneur memang tidak mudah, besarnya resiko usaha menjadi salah satu penghalang terbesar bagi masyarakat untuk memulai usaha. Bahkan karena takut menghadapi resiko, banyak masyarakat yang berhenti ditengah jalan dan yang lebih parah lagi banyak diantara mereka yang mundur sebelum mereka mencoba. Mereka lebih memilih zona aman tanpa memikirkan besarnya resiko kerugian. Tak heran jika masyarakat kita lebih berminat menjadi pegawai negeri sipil atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan dibandingkan menjadi seorang entrepreneur. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua orang memiliki jiwa entrepreneur.

Seorang entrepreneur selalu memiliki mimpi besar, mereka mulai menjalankan bisnisnya karena adanya motivasi untuk mencapai mimpi besar mereka. Mimpi yang mereka miliki, menjadi tujuan dari semua usaha yang dilakukannya. Sehingga dalam mengambil keputusan, seorang entrepreneur akan menyesuaikannya dengan mimpi yang dimilikinya. Jadi segala peluang usaha yang dijalankannya akan lebih terarah, dan berhasil mencapai kesuksesan. Mimpi seorang entrepreneur bukan sekedar menjadi seorang pegawai, namun ia memiliki cita – cita besar untuk menciptakan lapangan kerja baru yang dapat memberdayakan masyarakat.

Banyak orang yang masih takut untuk mengambil resiko, namun hal ini tidak berlaku bagi seorang entrepreneur. Mereka pandai dalam mengelola ketakutannya dan menumbuhkan keberanian untuk meninggalkan segala kenyamanan yang ada, serta memilih menghadapi sebuah resiko. Namun keberanian untuk menghadapi resiko tetap disertai dengan perhitungan yang matang. Sehingga seorang entrepreneur bukan hanya berani nekat saja, tetapi juga berani bertanggungjawab atas keputusan yang telah diperhitungkannya.

entrepreneur tidak suka berlama – lama dengan kegiatan yang monoton. Dia lebih suka menggunakan kreativitasnya untuk menjadikan tantangan yang dihadapinya menjadi peluangbisnis yang menguntungkan. Bahkan banyak entrepreneur yang menganggap tantangan adalah peluang bagi mereka.

Selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik guna memberikan hasil yang terbaik pula bagi para konsumennya. Itu yang selalu ada dalam diri seorang entrepreneur, mereka cenderung perfectionist. Karena mereka memiliki tujuan untuk mencari cara yang terbaik agar konsumennya tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang telah diberikannya.

Kedisiplinan menjadi hal penting bagi seorang entrepreneur, bagi mereka waktu yang terbuang sama halnya melewatkan sebuah peluang besar untuk mendapatkan keuntungan. Maka benar adanya jika ada pepatah yang mengatakan “ time is money ” karena dengan membuang waktu sama halnya dengan melewatkan begitu saja peluang untuk mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu seorang entrepreneur selalu disiplin dalam segala hal, untuk mencapai target yang mereka tentukan.

Seorang entrepreneur merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri dan pemimpin bagi para karyawannya. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, Anda dapat memotivasidiri sendiri dalam hal pengambilan keputusan. Selain itu ketika menjadi seorang entrepreneur, maka secara tidak langsung Anda juga harus siap menjadi pemimpin yang baik bagi para karyawan Anda, karena mereka berkaca pada diri Anda. Jadilah teladan yang baik bagi karyawan Anda, dan dorong mereka agar dapat memberikan yang terbaik bagi para para konsumen.

Yang kesepuluh yaitu pantang menyerah, seorang entrepreneur memiliki visi dan semangat juang yang besar. Mereka pantang menyerah pada hambatan, tidak pernah putus ada untuk selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi para konsumennya. Jika menemui jalan buntu, seorang entrepreneur tidak akan diam begitu saja menerima kegagalan. Mereka akan mencari jalan alternatif, agar bisa meraih impiannya.
Sekian dulu informasi dari kami, sekarang saatnya mencocokan karakter diri Anda dengan ciri entrepreneur yang telah kita bahas. Apakah diri Anda sudah memiliki jiwa entrepreneur seperti diatas? Salam sukses.
Tahukah Anda tahapan-tahapan apa saja yang umumnya dilalui oleh para entrepreneur dalam meniti bisnis mereka? Simak uraian dibawah ini:

1. Tahapan Mencari Ide atau Konsep Bisnis

Pada tahapan ini seorang entrepreneur akan mempelajari secara mendalam tentang konsep bisnis yang akan ia jalankan, biasanya seorang entrepreneur akan mencari ide dan inspirasi melalui berbagai cara, misalnya dengan membaca buku, majalah bisnis, internet, mengikuti seminar, meminta saran dar pebisnis senior, atau melaukan survey ke lapangan.

2. Tahapan Memulai Bisnis

Pada tahapan ini entrepreneur akan berfokus pada strategi penjualan dan promosi. Dalam tahapan ini diperlukan semangat juang dan tekad yang kuat, karena merupakan spirit yang akan membuat entrepreneur bangkit saat ditempa kegagalan.

3. Tahapan Peningkatan Profit Usaha

Pada tahapan ini entrepreneur akan fokus pada peningkatan keuntungan bisnis atau memperbesar margin keuntungan, memikirkan cara agar konsumen menjadi senang atau puas, sehingga akan terus membeli atau menjadi pelanggan setia dan lain sebagainya.

4. Tahapan Membangun Sistem Kerja atau Sistem dalam Bisnisnya

Pada tahapan ini seorang entrepreneur akan membuat berbagai sistem yang menunjang berbagai aktivitas bisnisnya, seperti membuat Standard Operating Procedure (SOP), sistem proses order, sistem penjualan, sistem penggajian karyawan dan lain sebagainya.

5. Tahapan Pengembangan Bisnis

Tahapan ini adalah tahapan terakhir dimana usaha atau bisnis yang telah dirintis dari awal telah membuahkan hasil, seorang entrepreneur tentu akan terus mengembangkan bisnis atau usahanya dengan cara membuka cabang baru, membuka sistem kemitraan, membuka sistem waralaba, mencari berbagai ide bisnis baru dan lain sebagainya. (WM)

LIHAT : VIDEO KAMI



0 komentar: