DARI LUBUK HATI UNTUK VISASIA ENTREPRENEUR COMMUNITY.





Ada ratusan tempat yang berjajar di kota ini, mulai dari gedung-gedung yang tinggi sampai tempat-tempat yang kumuh, kawasan perhotelan sampai beberapa Mall yang ada di Makassar, akan tetapi hanya 1 kesan yang ingin kuceritakan dalam cerita ini, bukan soal kemewahan tempat dan kemegahan bagunan yang membuatku terkesan di kota ini, bukan juga karena banyak gadis-gadis seksi yang ngumpul bareng, bukan juga karen banyak elite politis yang berdiskusi, tetapi yang membuatku terkesan dengan sebuah lokasi yang sangat sederhana di JL Topaz Raya Koplek Ruko Zamrud Blok C16: inilah ceritanya :

Saya sudah seringkali gagal dalam proses melakukan yang terbaik, mulai saat menjabat menjadi Sekum di HMI kom.Adab (2007/2008), Sekum di HMJ BSA (2008/2009), ketua BEM di fakultas Adab dan humaniora (2009-2010) hingga pada akhirnya di DO di kampus tahun 2010 bulan september. Semua jabatan struktural dari organisasi intra dan ekstra yang kulalui, tidak ada satupun kepengurusan yang becus yang pernah saya tangani, semua program kerjaku gagal total semuanya.

Saat bekerja di salah satu anak perusahaan Bank Panin selama kurang lebih 2 tahun semenjak bulan Februari 2011 sampai bulan maret 2013, semuanya juga tak menghasilkan hal yang membanggakan dalam proses perjalanan hidupku, semua perencanaanku untuk mencapai kualitas diri yang maksimal juga semuanya gagal tota di perusahaan itu ( PT.Clipan Finance.Tbk). Aku juga pernah Di Multilevel marketing (Ginan Five), pernah juga di MMM, pernah juga ditipu saat ingin membuka usaha desain interior bersama teman yang berasal dari Surabaya dan akhirnya uangku dibawah lari sebelum pengurusan berkas CV kelar, pernah juga ditipu karena pengurusan tambang di bombana oleh salah seorang teman yang sudah saya anggap sebagai ayah angkat dan sampai hari ini tidak ada tanda-tanda perkembangan dari beliau. Dan akhirnya aku tinggal gratis di kontrakan teman (Awal), saat itu beliau membuka warkop di daerah Aluddin dan kebetulan aku tinggal gratis di sana yah mau tak mau harus jadi karyawan warkop yang harus juga gratis. Sampai pada akhirnya bertemu dengan seseorang yang mendiskusikan tentang visi misi mensejahterakan masyarakat di saalah satu warkop yang ada di Toddoppuli.

Tepatnya tanggal 18 September 2014 saya resmi bergabung di komunitas Visasia Entrepreneur Community karena tertarik dengan landasan visi dan misi dari terbentuknya komunitas tersebut, dan tak lupa juga aku ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada bang Syukur dan bang Adnan yang karena berkat beliau aku mengenal komunitas ini.

Seiring berjalannya waktu dari hari-kehari sampai di tahun 2015 di Visasia entrepreneur Community aku banyak belajar dan berproses serta menganalisa seluruh perencanaan-perencanaanku sampai kutemukan sebuah jawaban dari kegagalanku di masa lalu bahwa kegagalan itu bisa kita hindari dengan cara bekerja sama, asalkan kita mampu bijak dan tidak merasa sok hebat. Kita harus bijak memahami kemampuan orang lain dengan mengakuinya dan siap bekerjasama dalam membagi tugas yang sesuai kemampuan masing-masing. Mengapresiasi kelebihan orang lain adalah cara terbaik untuk mengakui diri kita di mata dunia bukan dengan cara merasa sok hebat dan merasa bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ingat bahwa hidup ini adalah sinergitas kosmis bukan penolakan-penolakan yang saling bertolak belakang tetapi semuanya saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain.

Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidakmauan kita menerima hidup ini apa adanya dan membuka diri untuk saling memahami satu sama lain. Kita tak mampu berkompromi pada kenyataan. Kita tak sudi melepaskan kacamata paradigma dan melihat realitas secara sederhana bahwa tidak ada yang saling berlawanan ketika kita melepaskan semua kekurangan kita dengan menelanjanginya dan menyuarakan kepada semesta bahwa kita butuh kekuatan yang besar untuk berjuang dalam hidup, jika kita melakukannya (bersuara kepada semesta) disaat terpuruk dan mengakui bahwa ada kekuatan dibalik semesta ini yang begitu besar, maka yakinlah bahwa anda akan bertemu dengan orang-orang yang siap berjuang bersama tanpa meminta balasan dan imbalan, tetapi semu berjalan karen sinergitas alam yang sudah melirik suara hati kita akan kebutuhan kekuatan besar, yah...setidaknya itulah yang kualami saat dimana aku terpuruk dengan beban yang begitu menumpuk hingga tak punya daya dan upanya menanggungnya sendiri, hingga tiba saatnya saya bertemu dengan orang-orang luar biasa di Visasia entrepreneur Community yang saat ini menjadi keluarga besarku dalam mengarungi samudra kehidupan yang penuh lika liku, satu hal yang pasti bahwa aku akan ada di puncak bersama teman-teman di sini, waktu akan menjawab bahwa alam masih bersinergi bersama harmoni yang Agung.

Saya menyadari semenjak ada di Visasia Entrepreneur Community bahwa selama ini saya hanya bermain -main dengan persepsi. Dulunya aku lebih senang berlindung membenarkan pikiran diri sendiri. Padahal itu adalah bentuk lain dari belenggu sehari-hari. Sesekali aku merenung dan memejamkan mata saat setelah berdiskusi oleh beberapa orang senior yang memberi inspirasi, kutemukan kesejukan pikiran dan kedamaian hati bersama teman-teman yang siap berjuang demi banyak orang. Menggali ketentraman perasaan dengan mengabdikan hidup demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara kolektif. Serta menyentuh jiwa yang tenang ditengah-tengah sinergitas proses tanpa beban. Merasakan setiap tarikan nafas karena menyadari bahwa hidup itu berarti jika kita mencipta karya yang bermnfaat bagi banyak orang, meneguhkan kembali ikrar kita pada semesta yang agung; ikrar untuk mencurahkan yang terbaik bagi hidup ini. dan membiarkan tangan-tanganNya menuntun setiap gerak kita sehari-hari. Dari hati terdalam kuucap syukur dan berterima kasih kepada semua teman-teman di Visasia Entrepreneur Community.

SEMANGATLAH SELALU KAWAN-KAWANKU, KARENA KITA TERLAHIR UNTUK SEBUAH PERJUANGAN YANG BESAR, VISASIA ENTREPRENEURCOMMUNITY ADALAH TEMPAT PERSAKSIAN KITA MENUJU MASA DEPAN EMAS BAGI INDONESIA TERCINTA.

0 komentar: